Bandung-Himapersisbandung.or.id ,Tanggal 1 Mei merupakan hari raya bagi kaum buruh di
seluruh dunia. Hari itu merupakan sebuah perayaan untuk memperingati
berhasilnya gerakan buruh yang menuntut haknya. Pada saat itu kaum buruh
menuntut diberlakukannya 8 jam kerja dan
kenaikan upah. Hari buruh atau biasa disebut May Day ditetapkan sejak tahun 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions.
Setiap tanggal 1 Mei, buruh, tani, mahasiswa dan
elemen rakyat lainnya di seluruh dunia akan turun ke jalan untuk menyuarakan
haknya yang belum terpenuhi. Begitu pun di Indonesia, di setiap daerah dan kota
besar akan menjadi arena bagi kaum buruh untuk merayakan May Day, termasuk di Bandung.
Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia.
Bahkan kota Bandung menjadi pusat ekonomi di Jawa Barat, sehingga banyak buruh
pun yang mencari peruntungan di kota tersebut. Sebagai ibu kota Jawa Barat,
setiap tanggal 1 Mei, Bandung menjadi salah satu kota tempat berkumpulnya buruh
dari Jawa Barat.
Pada tahun 2018, kota Bandung kembali menjadi tempat
bekumpul buruh, tani dan mahasiswa yang berasal dari Jawa Barat. Massa aksi
yang tergabung dari berbagai organisasi buruh dan organisasi mahasiswa
bergabung, memenuhi pusat kota.
Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat yang terletak di
Dago dipilih sebagai titik kumpul massa aksi dari berbagai daerah. Kemudian
aksi dilanjutkan dengan longmarch sepanjang
jalan-jalan utama kota Bandung dan berakhir di depan Gedung Sate.
Sepanjang longmarch massa aksi terus menyuarakan aspirasinya seputar kesejahteraan buruh, penolakan terhadap kapitalis dan peringatan Hari Buruh yang harus dirayakan. Meskipun terdapat provokasi-provokasi selama aksi, namun tidak terjadi keributan yang berujung serius. Namun cukup disayangkan masih ada oknum-oknum yang melakukan pengrusakan terhadap fasilitas public.
Di depan Gedung Sate, masssa aksi berkumpul untuk mendengarkan orasi dari berbagai perwakilan ormas dan ormawa yang mengikuti aksi, diantaranya dari Kasbi, Kolektifa, HMI, PMII, GMNI dan yang lainnya.
Di depan Gedung Sate, masssa aksi berkumpul untuk mendengarkan orasi dari berbagai perwakilan ormas dan ormawa yang mengikuti aksi, diantaranya dari Kasbi, Kolektifa, HMI, PMII, GMNI dan yang lainnya.
Aksi diakhiri dengan dibacanya pernyataan sikap dari
buruh dan mahasiswa yang berisi 19 poin. Diantaranya adalah menuntut upah layak
nasional bagi buruh, cabut PP 78 dan Inpres no 9 tahun 2013 dan Kepmen
penangguhan upah, tolak sistem kerja kontrak dan hentikan pencabutan lahan dan
penggusuran.
Aksi perayaan Hari Buruh Internasional di Bandung
berakhir pada pukul 15.30 WIB. Massa aksi membubarkan diri dari Gedung Sate dan
kembali ke tempatnya masing-masing. (DAF/LA)
Oleh Fakhrizal Muttaqien (Staff Hima Persis Kota Bandung)


No comments:
Post a Comment