NARSIS 2; Kontribusi untuk Mahasiswa dari Hima-Himi Al-Imarat
Bandung - Himapersisbandung.or.id, Himpunan Mahasiswa dan Mahasiswi Persis pimpinan komisariat Ma'had Al-Imarat mengadakan seminar kemahasiswaan yang bertemakan "Reaktualisasi Peran Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan Dalam Peradaban Islam Di Indonesia." Kegiatan ini berlangsung di gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK) Jln. Braga Bandung, Ahad (18/02/2018). Seminar ini berhasil menyedot perhatian mahasiswa-mahasiswi se-Bandung Raya. Hal ini dekemukanan oleh Rifki Muhammad Fajar Ketua Pelaksana Narsis 2, “Alhamdulillah Agenda Narsis ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang peserta dari berbagai kampus di Bandung Raya”.
Kegiatan Naris 2 ini sendiri
menghadirkan beberapa tokoh yang menyampaikan materi tentang peran mahasiswa dalam
membangun peradaban Islam di Indonesia yakni: Muhammad Elvandi, LC.,M.A.
(Intelektual muslim, Lulusan Al-Azhar dan Manchester University), H.
Edwin Sanjaya, S.E.,M.M. (Pimpinan DPRD Kota Bandung &
Pegiat Dakwah), Dikdik Firmansyah, S.Kom.I. (WaKetum HIMA Persis) dan Lida
Maulida, S.Kom.I. (Himpunan Mahasiswi Persis).
Para peserta seminar terlihat
begitu fokus dan antusias saat pemateri pertama Muhammad Elvandi menyampaikan
sejarah tentang peraban Islam di Indonesia yang menceritakan bagaimana geliat
kaum muda dalam memberikan andil demi menyongsong peradaban Islam di
nusantara. Dalam Materinya, Muhammad Elvandi menyampaikan bahwa untuk bisa
membangun sebuah peradaban yang mampu bersaing dengan peradaban yang lain, maka
para pemuda Islam harus mampu menguasai tools-tools yang dibutuhkan,
diantaranya adalah ilmu pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
Sementara itu H. Edwin Senjaya
pun dalam menyampaikan materinya mampu memicu generasi muda yang hadir agar mereka
harus menjadi agen perubahan di tatanan masyarakat dengan landasan cinta Allah
dan Rasul-Nya yang paling utama, lalu menurutnya anak muda jawa barat harus “Nyantri
Nyunda Nyakola”.
“Nyantri berarti Religius,
memiliki ilmu agama yang mendalam, lalu Nyunda ini adalah senantiasa mencintai
dan menjaga kelestarian budaya Jawa Barat. Serta nyakola, dimana generasi muda
harus mempunyai kapasitas intelektual yang bagus supaya bisa berkontribusi bagi
masyarakat secara luas dan mendalam.
Tidak hanya itu, pemateri lainya
juga tak kalah mendapatkan perhatian penuh dari para peserta dalam memaparkan
materi yang erat kaitanya dengan kaum muda atau mahasiswa.
Rifki Muhammad Fajar selaku ketua
pelaksana mengatakan dalam sambutannya bahwa Kegiatan NARSIS ini merupakan kegiatan
jangka panjang gabungan hima dan himi persis, serta ia menambahkan bahwa perlu
adanya reaktualisasi pergerakan mahsasiswa saat ini karena terlihat di zaman
modern ini tidak sedikit mahasiswa yang apatis terhadap suatu permasalahan
masyarakat.
Sementara itu menurut Hafidh
Fadhlurrohman selaku ketua Hima Persis Al-Imarat mengatakan bahwa zaman
sekarang ialah zaman yang dipenuhi oleh hegemoni peradaban barat. Dimana
seluruh aspek kehidupan hampir semuanya terkontaminasi oleh peradaban barat
maka pantas ulama besar asal india syeikh Ali Hasan An-Nadawi mengatakan umat
islam tidak pernah mengalami ujian seberat dan sepelik umat islam sekarang.
Karena pada zaman sekarang peradaban barat yang mengatur dunia ini.
“Semoga Kegiatan ini bisa
menggugah jiwa mahasiswa islam agar terus meningkatkan kapasitas diri, dan
masyarakat untuk mewujudkan peradaban islam yang lebih baik di Indonesia”,
tutup Hafidz. (DAF/LA)
Penulis:
Riyan Hidayatulloh
Hafidh Fadlurrahman
Editor:
Adinda, DAF



No comments:
Post a Comment