Angkringan Sokrates; Membangun Peradaban Intelektual - Hima Persis Kota Bandung
Angkringan Sokrates; Membangun Peradaban Intelektual

Angkringan Sokrates; Membangun Peradaban Intelektual

Share This
Oleh :
Fajrin sidek


Pembangunan intelektual dewasa ini merupakan suatu hal yang imperative dan harus dijalankan secara kontinyu. Diskusi-diskusi dan forum ilmiah lainya mestinya harus digandrungi tidak hanya di tempat formal saja seperti di universitas-universitas atau di kelas ilmiah lainnya. Hal ini harus dilaksanakan karena tantangan dunia modern dan kondisi peradaban intelektual khususnya di Indonesia yang semakin surut dengan berbagai tantangan kehidupan yang hedon dan pragmatis. Kejadian ini disebabkan karena budaya ilmiah yang terpuruk akibat kondisi bangsa yang sangat lemah daya membacanya. Oleh karena itu, akses literasi dan forum diskusi ilmiah mesti ditingkatkan dan dilaksanakan dimanapun, baik formal maupun informal.

Angkringan Sokrates yang digagas oleh beberapa mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia yang terletak di daerah Cibiru ini, merupakan buah karya yang sangat unik sekaligus kreatif. Karena selain menjajakan makanan-makanan bagi para mahasiswa disekitar, Angkringan Sokrates ini pun selalu mengadakan kajian-kajian ilmiah yang rutin dilaksanakan. Diskusi-diskusi yang dilaksanakan tidak hanya terkait dengan pendidikan saja seperti Filsafat, Agama, politik, ekonomi dan sosial menjadi bahan pengkajian yang tidak terlewatkan.

Angkringan Sokrates ini merupakan gagasan kawan-kawan mahasiswa dan hasil usaha untuk membangun kembali tradisi-tradisi ilmiah yang mulai luntur akibat tantangan abad 21 yang semakin kompleks sehingga menuntut kemampuan pemecahan masalah dan literasi yang baik” (ujar Yoga Adi Pratama, Mahasiswa Pascasarjana UPI sekaligus penggagas Angkringan Sokrates:18 Januari 2017).

 Selain itu Angkringan ini pun menyediakan bermacam-macam literasi serta buku-buku bacaan yang lengkap yang dapat dijadikan bacaan serta bahan diskusi. Forum diskusi ini pun merupakan forum terbuka dan bisa ikuti oleh berbagai kalangan dari setiap latar belakang yang berbeda dan disiplin ilmu manapun. Narasumber yang sering menjadi faslitator diskusi ini pun adalah dari kalangan akademisi seperti Tokoh Intelektual Nasional (seperti Dr.Phil. Reza AlexanderAntonius Wattiwena, S.s.Hum), penulis buku ( Dr. Yunus Abidin, M.Pd.,), Akademisi, Dosen-dosen dan Mahasiswa.

Diskusi dilaksanakan dengan gaya semi formal. Asas egaliter pun menjadi ruh bagi setiap diskusi, tak ada batasan usia, gelar, pekerjaan, agama, dan ras. Tema yang diangkat pun mengenai isu-isu kontemporer yang terjadi di Indonesia. Dan hasil-hasil diskusi dijadikan tulisan-tulisan ilmiah seperti artikel. Dengan demikian, pembangunan intelektual dan tradisi-tradisi keilmuan pun akan tetap terjaga.

(Fajrin Sidek, 19 Januari 2017, Cibiru-Bandung)


No comments:

Post a Comment