himapersisbandung.or.id – Presiden AS Donald Trump hari Rabu (6/12) secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Kebijakan ini sekaligus menempatkan Amerika sebagai negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel serta menjadikan Trump sebagai Presiden AS yang paling “sembrono” dari presiden sebelumnya karena berani memindahkan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Padahal Dewan Keamanan PBB dalam beberapa dekade terakhir sudah mengeluarkan berbagai resolusi seperti dalam resolusi 242 tahun 1967 dan 476 tahun 1980 yang menegaskan bahwa pendudukan Israel atas sebagian wilayah Yerusalem adalah batal demi hukum.
Bagi Hima Persis, kebijakan Trump ini membuktikan sekaligus membuka kedok standard-ganda AS selama ini yang tidak serius dalam memecahkan konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung lama. Hal ini juga kami nilai sebagai blunder politik Amerika karena sangat jelas hanya berpihak pada salah satu negara, yaitu Israel.
Jika kebijakan ini tidak disikapi dengan penolakan antipatik, maka hal ini sama halnya dengan menyalakan api perang di Timur Tengah dan mosi tidak percaya terhadap Barat.
Atas dasar tersebut, maka Hima Persis menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Pernyataan Trump sangat memilukan bagi perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan hak kemerdekaan.
2. Kebijakan Trump tersebut sangat memalukan nama besar AS. sekaligus kian memperkuat pandangan bahwa keberpihakannya sama sekali bukan pada kebebasan kemanusiaan melainkan sekedar patuh pada oportunistik yang memainkan kedigdayaan tanpa nilai egaliter.
3. Pernyataan ini melanggar hukum internasional dan membahayakan proses perdamaian di Timur Tengah sekaligus mereposisi Amerika sebagai negara superpower yang tangannya bersimbah darah rakyat Palestina.
4. Mendesak Trump untuk menarik kembali pernyataannya serta meminta maaf kepada rakyat Palestina dan seluruh Ummat Islam dunia.
5. Menuntut kepada Dewan Keamanan PBB agar tidak menunjukkan kelemahannya di hadapan AS dengan segera mengambil sikap perdamaian secara riil untuk konflik Israel-Palestina.
6. Mendesak pemerintah Indonesia dan negara-negara anggota OKI untuk lebih keras menyuarakan agar resolusi-resolusi DK PBB terkait Yerusalem harus ditegakkan.
7. Mendukung sikap pemerintah dan Presiden Indonesia yang menolak dan mengecam keputusan Donald Trump.
8. Menghimbau kepada kader Hima Persis seluruh Indonesia untuk melakukan aksi serentak di daerahnya masing-masing sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina.
PIMPINAN PUSAT HIMA PERSIS
Ketua Umum,
Nizar Ahmad Saputra
Sekretaris Jenderal,
M. Ryan Alviana
sumber: http://himapersis.id/2017/12/hima-persis-trump-adalah-presiden-as-palingsembrono.html
No comments:
Post a Comment